Breaking News

Jumat, 08 Januari 2021

TKJ XI

PERANCANGAN JARINGAN NIRKABEL



1.      Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendesain jaringan nirkabel

·         Site Survei

                   Site survei,  awalnya jarang dilakukan karena biaya untuk implementasi jaringan nirkabel sangat murah sehingga tidak masalah berapa banyak access point yang hendak dipasang.Akan tetapi sangat disarankan untuk melakukan hal ini karena hal ini dapat membantu dalam memilih tempat untuk pemasangan access point selain masalah penyebaran sinyal hal ini bertujuan menghindari terjadinya tabrakan frekuensi.

·         Roaming jaringan Nirkabel

                        Jaringan Nirkabel menghabiskan biaya yang lebih sedikit ketimbangan jaringan kabel ketika diimplementasikan. Besar kecepatan akses tergantung dari access point dan radius daerah jangkauan sebaiknya diperhitungkan dengan baik saat didesain karena  apabila terjadi tabrakan channel frekuensi dengan acces point lain maka akan terjadi dead spots.Di mana user pada daerah ini tidak dapat mengakses access point manapun.

            Pada gambar di atas roaming jaringan nirkabel sangat diperlukan. Perencanaan Roaming jaringan nirkabel mempertimbangkan kondisi seorang user berpindah posisi sehingga mengharuskan dia untuk berpindah access point yang diakses sehingga ada kemungkinana besar untuk kehilangan kekuatan sinyal yang dipancarkan.  Perpindahan koneksi ini seharusnya tidak terlihat dan klien dapat langsung terhubung dengan access point terdekat untuk sinyal yang lebih kuat.

·         Prosedur Instalasi

Prosedur instalasi jaringan sebaiknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1.  Periksa apakah koneksi kabel yang digunakan sudah cocok. Pemasangan kabel dari access point ke switch apakah kabel UTP yang digunakan

berjalan dengan baik dan benar dipasangnya.Periksa juga kabel yang digunakan untuk access point ke antena. Diperiksa terlebih dahulu apakah

kabel yang digunakan sudah tepat. Diberikan label pada kabel supaya mudah dalam melakukan pemeriksaan atau dokumentasi jaringan sehingga mudah untuk melacak posisi kabel yang ingin diperiksa.

2.  Buatlah desain setingan konfigurasi terlebih dahulu sebelum melakukan

pada alat-alat yang ada (Access Point, Bridge, klien device) misalnya IP Address yang akan dipasang, SSID yang akan digunakan, user dan password login untuk administrator serta settingan parameter sekuritas yang harus disamakan supaya tidak terjadi masalah saat klien device ingin terhubung dengan access point yang ada.

3.  Gunakan software-software yang dapat digunakan untuk menguji radius sinyal dari access point.Hal ini bertujuan untuk memeriksa radius dari sinyal access point dan pemeriksaan dari overlapping chanel.

4.  Catat dan dokumentasikan setiap langkah konfigurasi serta contact person dari tim instalasi.Hal ini berguna apabila terjadi permasalahan di kemudian hari sehingga mudah dalam melakukan pengecekan permasalahan.

·      Penempatan Alat-Alat Jaringan Nirkabel

          Penempatan akses point untuk ruangan indoor sebaiknya berada di tempat yang tidak banyak  sekat atau dinding sebisa mungkin lone of sight karena radius signal akan semakin kecil apabila semakin banyak sekat atau halangan.

          Sedangkan untuk outdoor ,sebaiknya dilakukan site survei terlebih dahulu untuk mengecek keadaan lapangan.Jangan sampai sinyal pada titik yang akan dipasang akses point akan bertabrakan dengan akses point lain yang telah terpasang lebih dahulu dan k eamannya perlu diperhitungkan.

·         Pengkabelan

          Pemasangan kabel ini dilakukan hanya untuk kabel UTP yang dihubungkan dengan akses point karena ini merupakan jaringan nirkabel sehingga yang perludiperhatikan dalam pengkabelan adalah koneksi access point ke switch. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah kabel tersebut dapat digunakan atau tidak (mis: karena isinya terputus).

·         Proses Instalasi Jaringan Nirkabel

          Sebelum dilakukan instalasi perlu dibuat sebuah jadwal pekerjaan yang baik agar proses instalasi berjalan dengan lancar. Jadwal tersebut secara sekuensial (urut) meliputi hal-hal berikut:

o   Membuat desain jaringan di atas kertas sesuai dengan kondisi nyata di lapangan

o   Melakukan pembongkaran dan pembenahan infrastruktur lapangan,

o   Melakukan pemasangan peralatan jaringan secara menyeluruh

o   Melakukan konfigurasi peralatan jaringan secara menyeluruh

o   Menguji konektivitas semua node dalam jaringan dan radius dari access point yang dipasang

·         Tim Instalasi

     Tim instalasi adalah orang-orang yang terlibat dalam melaksanakan instalasi suatu jaringan Nirkabel. Orang-orang ini hendaknya bukanlah orang-orang sembarangan, melainkan memiliki pengalaman dalam bidang jaringan komputer, khususnya pengalaman dalam melakukan instalasi jaringan nirkabel.

Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tim instalasi jaringan nirkabel adalah sebagai berikut:

-  Banyak lokasi instalasi

-  Kapasitas user yang akan mengakses jaringan Nirkabel

-  Besar biaya yang akan dikeluarkan untuk proses penginstalan jaringan

Keunggulan jaringan nirkabel:

  1. Mobilitas , Bisa digunakan kapan saja dengan  Kemampuan akses data pada jaringan wireless itu real time,  selama masih di area hotspot.
  2. Kecepatan Instalasi dengan Proses pemasangan cepat sehingga Tidak perlu menggunakan kabel.
  3. Fleksibilitas Tempat  Bisa menjangkau tempat yang tidak mungkin dijangkau kabel
  4. Pengurangan anggaran biaya
  5. Jangkauan luas

Kelemahan jaringan nirkabel :

  1. Transmit data 1-2 Mbps, sedangkan jika menggunakan kabel akan lebih cepat.
  2. Alatnya cukup mahal
  3. ropagansi Radio ( Interferensi Gelombang )yaitu perpaduan dua gelombang yang mengacaukan jaringan wireless.
  4. Kapasitas jaringan terbatas
  5. Keamanan data kurang terjamin
  6. Intermittence ( sinyal putus-putus )

Topologi jaringan nirkabel yaitu terdiri dari:

  • Ad Hock  atau Independent Basic Service Set (IBSS)
  •  topologi infrastruktur  atau Basic Service Set (BSC)
  •  Extended Service Set (ESS)

 Interkoneksi perangkat jaringan

Interkoneksi adalah keterhubungan antar jaringan telekomunikasi dari

penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda. Interkoneksi antar-operator

telekomunikasi wajib dilaksanakan di Indonesia untuk memberikan jaminan

kepada pengguna agar dapat mengakses jasa telekomunikasi.

·         Kondisi channel

            Perangkat wireless LAN (WLAN) bekerja dengan menggunakan gelombang elektromagnetik, sama seperti peralatan-peralatan radio lainnya. Karena bekerja dengan gelombang elektromagnetik, maka perangkat ini akan bekerja pada frekuensi tertentu. Karena akan digunakan oleh pengguna secara luas, maka frekuensi yang dipilih adalah frekuensi yang sudah digratiskan yaitu frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Frekuensi  2,4 GHz merupakan frekuensi yang paling banyak digunakan oleh perangkat-perangat wireless saat ini



            Jaringan kabel dan wireless memiliki perbedaan sangat mencolok, yaitu pada Media transmisinya. Pada jaringan wireless, media pertukaran data tidak terlihat Seperti pada jaringan kabel. Pada jaringan wireless media transmisi memanfaatkan Udara dengan menggunakan frekuensi.  Kita tidak dapat mengontrol sepenuhnya Pertukaran data sebagaimana yang bisa kita lakukan pada jaringan kabel. Peluang Gangguan atau interferensi pada jaringan wireless lebih besar dibanding jaringan Kabel. Alasan utamanya ialah karena menggunakan media udara yang sifatnya Public atau dapat digunakan oleh siapapun.

Sumber: 
http://lukmayasinkelasxiitkj1jaringannrkabel.blogspot.com/2017/10/perancangan-jaringan-nirkabel-1.html

17 komentar:

Designed Template By Blogger Templates - Powered by Sagusablog